Bagaimana hari kalian? menyenangkan? membosankan? atau biasa-biasa saja? Okey. apapun yang sudah kita lalui hari ini dan bagaimanapun itu jangan lupa berterimakasih pada Tuhan Yang Maha Baik ya!
Melanjutkan post Saya yang kemarin, masih tentang "DEWA-DEWI 02". Nama ini juga umum disingkat dengan DD02, menelusur lebih jauh tentang nama "DEWA-DEWI 02" ini DEWA mewakili anggota yang laki-laki dan DEWI mewakili anggota yang perempuan. Selain DEWA dan DEWI masih ada lagi yaitu unsur angka 02, angka 02 disini banyak yang mengira bahwa itu bermakna tahun 02 atau 2002 tetapi bukan itu, angka 02 di nama "DEWA-DEWI 02" ini diambil dari nomor RT yaitu RT 02. Jadi secara gampangnya "DEWA-DEWI 02" adalah organisasi pemuda-pemudi yang bertempat tinggal di dusun Klatak RT.02 RW.01 desa Karangpandan.
Di post sebelumnya sudah saya menceritakan tentang DD02 yang sudah berusia hampir 15 tahun, ya bulan depan usianya akan genap 15 tahun. Sebuah pencapaian yang luar biasa menurut Saya. DD02 ada sampai saat ini tidak cuma nama tetapi ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Seperti pertemuan anggota yang diadakan secara rutin setiap malam minggu legi. Dalam pertemuan itu serangkaian acara pun dilakukan, berdo'a bersama di awal dan di akhir pertemuan, menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" sebagai salah satu wujud rasa nasionalis, pembacaan laporan-laporan keuangan, musyawarah tentang kegiatan yang akan dilakukan maupun evaluasi dari kegiatan yang sudah dilakukan, dan juga arisan yang melengkapi serangkaian acara di pertemuan itu. Kegiatan yang dilakukan secara rutin selain pertemuan anggota setiap malam minggu legi adalah jimpitan Ada yang tau apa itu jimpitan? sejak dulu di dusun kami setiap hari petugas jimpitan (dulu masih dilakukan oleh bapak-bapak sekalian ronda) keliling dari rumah ke rumah untuk megambili beras yg sudah disiapkan oleh warga dusun, biasanya ditaruh di wadah yg terbuat dari gelas bekas minuman atau bekas botol air mineral yang dipotong kemudian ditempelkan di dinding depan rumah masing-masing warga. Tidak perlu banyak-banyak beras yang harus disediakan warga, ibaratnya cukup sejimpit dua jimpit (mengambil barang dengan menggunakan ujung-ujung jari), setelah diambili petugas jimpitan kemudian beras dikumpulkan untuk kemudian dijual dan uangnya dimasukkan kas RT. Seiring berubahnya jaman berubah pula sistem jimpitan di dusun kami yang mulanya diambili oleh bapak-bapak setelah sempat vakum beberapa tahun lantas coba diambil alih oleh muda-mudinya. Barang jimpitan pun juga berubah dari yang semula berupa beras diganti dengan uang dengan alasan beras yang terlalu lama disimpan banyak dihinggapi kutu-kutu beras, harga jualnya pun sangat rendah karena jenis berasnya campur aduk mengingat jenis beras tidak sama antara warga yang satu dengan yang lain. Tidak mau kalah dengan harga BBM dan sembako yang terus naik, uang jimpitan juga mengalami beberapa kali kenaikan mulai dari Rp. 200,- jadi Rp. 500,- naik lagi jadi Rp. 1.000,- dan sekarang sudah mencapai Rp. 2.000,-. Hasil dari jimpitan pun sudah tidak dimasukkan ke kas RT melainkan ke kas "DEWA-DEWI 02". Tidak etis rasanya kalau cuma menariki uang ke warga tanpa melakukan apapun, sampai akhirnya muncullah gagasan "DEWA-DEWA 02" tidak hanya menariki uang tapi juga mengumpulkan sampah dari rumah-rumah warga untuk kemudian dibuang ke tempat penampungan sampah. Tentu hal ini mendapat respon positif dari warga dusun. Berlanjutlah kegiatan itu sampai sekarang meskipun bukan beras lagi yang kami kumpulkan melainkan sampah-sampah tapi tetap saja kami menyebutnya jimpitan.